jump to navigation

Infeksi Di RS Mengancam Pasien Juni 5, 2008

Posted by annisa in Artikel Dari Milis Sehat.
trackback

Infeksi di Rumah Sakit Mengancam Pasien
Rabu, 4 Juni 2008 | 16:16 WIB
RUMAH sakit sebagai tempat perawatan dan penyembuhan pasien ternyata rentan
bagi terjadinya infeksi penyakit. Infeksi di rumah sakit (Health-care
Associated Infections/HAIs) merupakan persoalan serius karena dapat
menimbulkan kematian pasien.

Menurut keterangan Direktur Jendral Bina Pelayanan Medik Departemen
Kesehatan Farid W Husain saat peluncuran kampanye pengendalian infeksi
nosokomial di Jakarta, Rabu (5/6), kasus infeksi di rumah sakit (nosokomial)
pada pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit di seluruh dunia saat
ini diperkirakan mencapai sembilan persen.

“Artinya kasus infeksi semacam ini dialami oleh lebih dari 1,4 juta pasien
rawat inap di rumah sakit di seluruh dunia,” ungkapnya

Di Indonesia, menurut Farid, sejauh ini belum ada data akurat tentang angka
infeksi nosokomial nasional meski sudah sejak lama mengetahui dan melakukan
upaya untuk mencegah dan mengendalikan masalah kesehatan tersebut.

“Di sini juga ada. Hanya belum ada yang mengeluarkan datanya. Karena itu,
selama kampanye diharapkan data-data sekalian bisa dikumpulkan, ” katanya.

Masalah infeksi di rumah sakit, lanjut Farid, adalah persoalan serius karena
bisa menjadi penyebab langsung maupun tidak langsung kematian pasien.
Kalaupun tak berakibat kematian, infeksi yang bisa terjadi melalui penularan
antar pasien, dari pasien ke pengunjung atau petugas dan dari petugas ke
pasien itu bisa mengakibatkan pasien dirawat lebih lama sehingga pasien
harus membayar biaya rumah sakit lebih banyak.

Oleh karena itu, katanya, kejadian infeksi nosokomial harus ditekan hingga
seminimal mungkin dengan menerapkan strategi pencegahan dan pengendalian
infeksi yang tepat.

“Supaya tidak ada lagi infeksi, semua yang ada di rumah sakit harus tahu
cara mencegah dan mengendalikannya, baik itu perawat, dokter, petugas
laboratorium, penjaga, pasien, maupun pengunjungnya, ” kata Farid.

Ia menambahkan, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petugas
kesehatan akan ancaman infeksi nosokomial mulai tahun ini Departemen
Kesehatan melakukan kampanye dengan memberikan pendidikan dan pelatihan
pengendalian infeksi di rumah sakit bagi tenaga kesehatan di rumah sakit.

Pada tahap awal, kampanye yang akan dilakukan bekerja sama dengan MRK
Diagnostics dan The Deutsche Gesellschaft fur Technische Zusammenarbeit
(GTZ) itu dirancang untuk mengubah perilaku petugas kesehatan di 100 rumah
sakit selama Juni 2008-Oktober 2009.

“Target awalnya 100 rumah sakit, dan selanjutnya ini akan dilakukan terus
menerus di seluruh rumah sakit,” katanya.

Ia menambahkan, Departemen Kesehatan dalam hal ini telah menetapkan Rumah
Sakit Umum Pendidikan (RSUP) Adam Malik Medan, RSUP dr.Hasan Sadikin
Bandung, RSUP dr Sardjito Yogyakarta, RSUP dr.Sutomo Surabaya dan RSUP
Sanglah Denpasar sebagai pusat pelatihan regional pencegahan dan
pengendalian infeksi.

AC
Sumber : Antara

Diambil dari Kompas.com

Dikutip dari kiriman email ghozansehat@yahoo.com di milis sehat

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: