jump to navigation

resep buat deka Juni 20, 2008

Posted by annisa in MPASI.
add a comment

Resep Apel Kukus
Bahan :

1. Apel merah,kupas buang bijinya, potong juring 1,5 cm 1 bh (150g)

2. tepung terigu 2 sdm

3. havermut instant (instant oats) 1 sdm

4. minyak zaitun extra virgin 1 sdm

5. Sultana/kismis, rendam air mendidih 2 sdm (diamkan 1 jam hingga mengembang, tiriskan

Cara Membuat :

  1. Campur tepung terigu, havermut dan minyak zaitun hingga menjadi adonan remah.
  2. Campurkan sultana/kismis aduk rata.
  3. Panaskan dandang berisi air mendidih.
  4. Sementara menunggu air mendidih, susun apel dalam mangkuk kaca tahan panas.
  5. Taburkan adonan remah merata diats apel, kukus hingga masak (30 menit).
  6. angkat dan Pindahkan ke mangkuk bayi, sajikan hangat.

Catatan :
Pilih sultana/kismis berlabel “unsulfured sun dried”. Artinya, sultana/kismis tersebut dikeringkan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari, tanpa tambahan belerang sebagai pemucat.

Resep Pisang Kreol
Bahan :
1. Sultana/kismis 2sdm

  1. Jus jeruk manis (jeruk baby ato jeruk keprok) 100 ml
  2. Minyak zaitun 1 sdm
  3. Pisang raja matang dan empuk, kupas 1 bh kecil (100 g) tekan hingga setengah pipih (potong 3/4 bagian)

Cara Membuat :
1. Rendam sultana/kismis dalam jus jeruk.

  1. Diamkan dalam lemari es 1-2 jam hingga mengembang. Jika perlu lumatkan dengan punggung sendok.
  2. Panaskan minyak zaitun dalam wajan dadar, goreng pisang hingga kedua sisinya kecoklatan.
  3. Masukkan jus jeruk berikut sultana/kismis, masak hingga mendidih dan agak pekat.
  4. Segera berikan pada bayi ketika hangat.

Roti gurih sepinggan
Bahan :

  1. Roti tawar buang pinggirannya, potong 16 (1 lembar)
  2. Daging ikan tuna kalengan (tuna in oil)sudah ditiriskan, lumatkan 25 g
  3. Keju serut 1 sdt
  4. Wortel kupas,serut, rebus hingga empuk 25 g
  5. Buncis muda/buncis baby, iris tipis, rebus hingga empuk 25 g
  6. Kaldu ikan/air 50 ml
  7. Tepung terigu 1 sdm
  8. Telur kocok rata dengan garpu, ambil separuhnya (1 butir)

Cara membuat :
1. Ratakan wortel dan bincis di dasar mangkuk tahan panas.

  1. Atur roti diatasnya,taburi ikan dan keju, sisihkan.
  2. Campur kaldu ikan/air dan tepung terigu.
  3. Masukkan telur, aduk rata. Tuang keatas potongan roti.
  4. Kukus hingga masak (20 menit). Sajikan hangat.

Mi Campur Sayuran
Bahan :

  1. Wortel serut 2 sdm (25 g)
  2. Kacang polong beku,kupas cincang halus 2 sdm (25 g)
  3. Kaldu ikan 200 ml
  4. Mi kering remas-remas menjadi remahan, rebus hingga empuk 2 sdm (25 g)
  5. Tahu putih lumatkan 2 sdm (25 g)

Cara penyajian :
1. Masak wortel dan kacang polong bersama kaldu hingga empuk.

2. Setelah kuah mulai kesat masukkan mi dan tahu, aduk rata.

3. Masak hingga mendidih, angkat dan sajikan hangat.

Resep Pasta saus keju
Bahan :

1. Makaroni bengkok (elbow) mini, rebus hingga empuk 6 sdm (80g)
2. Brokoli, cincang, rebus 4 kuntum terkecil
3. Kembang kol, cincang, rebus 4 kuntum terkecil

Saus keju
1. Minyak zaitun/minyak goreng 1 sdm
2. Tepung terigu 1 sdm
3. Susu kedelai tawar/susu cair rendah lemak 175 ml
4. daun seledri, cincang 1 sdt
5. keju cheddar, serut 50 g

Cara membuat :

1. Saus keju :

Panaskan wajan mini diatas api sedang, tambahkan minyak zaitun/minyak goreng. Masukkan tepung terigu, aduk aduk hingga licin. Tambahkan susu, aduk hingga tepung larut. Masukkan seledri masak hingga lembut. Matikan api.

2. Masukkan makaroni dan sayuran, aduk rata. Tuang ke mangkuk bayi. Sajikan hangat.

Bahan :

1. Makaroni bengkok (elbow) mini 3 sdm (25 g) rebus hingga empuk & merekah
2. Filler ikan kakap, cincang 1,5 sdm (25 g)
3. Wortel kupas serut 2 sdm (25g)
4. Daun bayam, cincang 10 lbr
5. Telur, kocok dengan garpu, ambil separuhnya 1 btr
6. Minyak zaitun extra virgin/minyak goreng 1 sdt
7. Kaldu ikan/air 3sdm
8. Keju serut 1 sdt

Cara :
1. Campurkan seluruh bahan hingga rata. Masukka ke mangkuk tahan panas.
2. Kukus hingga masak (20 menit), angkat. Sajikan.

Bayam daging keju (untuk kuah makaroni)
Bahan :

1. 1 cangkir kaldu daging sapi
2. 2 potong daging sapi rebus ukuran 4X4 cm, haluskan
3. Bayam secukupnya, cincang halus
4. 1 sdtkeju parut

Cara membuat:
1.      Panaskan kaldu daging, masukkan bayam aduk hingga bayam lunak
2.      Masukkan keju parut aduk rata, angkat
3.      Masukkan daging giling, sajikan dengan makaroni saring/makaroni rebus

Makaroni saus keju
Bahan:
1. 2 sdm makaroni
2. 1 ½ cangkir kaldu ayam
3. 1 sdtkeju parut
4. 2 sdm Kabocha kuning parut
5. 1 butir kuning telur matang, haluskan
6. Bawang bombay secukupnya, cincang halus

Cara membuat:
1.   Masak makaroni dengan 1 cangkir kaldu ayam hingga matang, haluskan, sisihkan
2.   Tumis bawang bombay dengan 2 sdm kaldu ayam sampai layu dan wangi
3.   Masukkan ½ cangkir kaldu ayam, kabocha kuning, dan keju, aduk rata dan masak hingga kental
4.      Masukkan kuning telur, aduk rata, angkat
5.      Sajikkan makaroni saring dengan saus keju.

Sup Krim Makaroni
Bahan:
1. 1 sdm makaroni
2. 1 sdt oatmeal, grinder halus,ayak, cairkan dengan 2 sdm air matang
3. 1 sdt wortel parut
4. 1 sdt kentang parut
5. 2 sdm daging ayam cincang
6. 1 ½ cangkir air matang

Cara membuat:
1.  Rebus makaroni dengan wortel, kentang dan daging ayam cincang hingga matang

2. Masukkan oatmeal cair, aduk hingga sup kental

artikel simultan Juni 20, 2008

Posted by annisa in Artikel Dari Milis Sehat.
add a comment

Artikel simultan yang bisa dibawa ke DSA kalo ngotot DSA nya ga mau kasih simultan.  Dari http://www.cdc.gov/od/science/iso/multiplevaccines.htm

diterjemahkan oleh rita-JKT  dari jawaban pertanyaan di milis sehat

THE SAFETY OF MULTIPLE VACCINES

MULTIPLE VACCINES AND THE IMMUNE SYSTEM

1. Berapa jumlah vaksin yg direkomendasikan CDC untuk diberikan pada anak-anak?
Saat ini CDC merekomendasikan pemberian imunisasiuntuk melawan 12 penyakit yang bisa dicegah    melalui vaksin. Seorang anak bisa mendapatkan sampai 23imunisasi begitu dia mencapai 2 tahun karena beberapa vaksin tersebut ada yg harus diberikan lebih dari satu kali. Tergantung pada waktunya, seorang anak dapat mendapat maksimum 6 suntikan dalam satu kunjungan dokter.

2. Mengapa CDC merekomendasikan banyak imunisasi untuk anak-anak?
CDC merekomendasikan imunisasi untuk melawan 12 penyakit menular yaitu: campak, gondongan, rubella, cacar air, hepatitis B, diphtheria, tetanus, pertussis, Haemophilus influenzae type B (Hib), polio,
influenza dan penyakit pneumococcal. Vaksin adalah perlindungan terbaik melawan penyakit-penyakit ini
yang sering menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, meningitis, kanker hati, infeksi dalam
aliran darah dan bahkan kematian.

3. Mengapa imunisasi dilakukan pada waktu bayi? Bukankah lebih aman kalau menunggu sampai mereka lebih besar?
Imunisasi diberikan pada anak-anak karena pada saat inilah mereka lebih rawan terhadap beberapa penyakit.  Bayi yang baru lahir kebal terhadap beberapa penyakit karena mereka memiliki antibodi yang mereka dapat dari ibu. Namun kekebalan ini hanya bertahan sampai umur 1tahun. Selain itu, anak-anak umumnya tidak punya kekebalan maternal terhadap diphtheria, pertussis, polio, tetanus, hepatitis B ataupun Hib. Jika seorang anak tidak memperoleh imunisasi dan terpapar kuman pembawa penyakit, badan anak tersebut mungkin tidak akan kuat untuk melawan penyakit tersebut.  Sistem kekebalan tubuh bayi lebih siap untuk merespon kehadiran sedikit antigen yang sudah dilemahkan dan dibunuh dalam vaksin. Bayi memiliki kapasitas untuk merespon kehadiran antigen asing, bahkan sebelummereka lahir.

4. Saya pernah mendengar orang-orang membicarakan vaksin “simultan” dan “kombinasi”. Apa artinya? Kenapa  pemberian imunisasi seperti itu?
Imunisasi simultan (“Simultaneous vaccination”) adalah pemberian imunisasi ketika lebih dari satu vaksin diberikan dalam satu kali kunjungan dokter, biasanya di bagian tubuh berbeda (contoh: satu di masing-masing lengan atau paha). Vaksin kombinasi (“combination
vaccine”) terdiri dari dua atau lebih vaksin terpisah yang telah dijadikan satu dalam satu kali suntik.
Vaksin kombinasi telah digunakan di Amerika Serikat sejak pertengahan 1940-an. Contoh vaksin kombinasi yang sekarang digunakan adalah: DTap (Diphteria-Tetanus-Pertussis), trivalent IPV (3 strain
polio yang telah dilemahkan), MMR (measles-mumps-rubella), DTaP-Hib dan Hib-HepB.  Ada dua faktor praktis yang mendukung pemberian imunisasi simultan pada anak dalam satu kali kunjungan. Pertama, kami ingin memberikan imunisasi pada anak secepatnya supaya mereka terlindungi pada awal-awal bulan kehidupan mereka. Kedua, memberikan beberapa vaksin pada saat yang bersamaan berarti mengurangi kunjungan dokter dan ini menghemat waktu dan uang orang tua, bahkan dapat mengurangi trauma pada anak.

5. Apakah imunisasi simultan aman dilakukan? Bukankah lebih aman untuk memisahkan vaksin dan memberikan jeda yang cukup antar pemberian vaksin sehingga imunisasi hanya untuk satu penyakit sekali datang ke dokter?
Data ilmiah yang ada menunjukkan bahwa imunisasi simultan dengan menggunakan lebih dari satu vaksin tidak memilik efek yang membahayakan sistem kekebalan tubuh anak normal. Sejumlah riset telah dilakukan untuk meneliti efek dari pemberian berbagai macam vaksin secara simultan dan hasilnya membuktikan bahwa vaksin yg direkomendasikan sama-sama efektif baik diberikan sendiri maupun simultan, dan kombinasi-kombinasi itu tidak memiliki resiko lebih tinggi untuk efek samping yang berbahaya. Oleh karena itu, Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) and the American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian imunisasi simultan untuk semua imunisasi rutin anak-anak bila memungkinkan.   Benefit lain dari vaksin kombinasi adalah berkurangnya jumlah suntikan imunisasi dan trauma pada anak. Selain itu, merentangkan waktu imunisasi dan memberikannya
satu demi satu dapat memposisikan anak rawan terhadap penyakit yang berbahaya, padahal situasi ini dapat dihindari.

6. Dapatkah begitu banyaknya imunisasi yang  diberikan kepada anak pada umur yang begitu muda  justru menekan sistem kekebalan tubuh anak sehingga malah tidak berfungsi dengan benar?
Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemberian imunisasi yang direkomendasikan pada waktu kecil dapat meng- “overload” sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, sejak bayi baru lahir, mereka telah terpapar pada berbagai bakteria dan virus tiap harinya. Makanan membawa bakteria baru ke dalam tubuh, berbagai macam bakteria hidup di dalam mulut dan hidung dan anak kecil memasukkan tangan atau benda lain ke dalam mulutnya beratus-ratus kali tiap jam nya sehingga sistem kekebalan tubuh terekspos pada antigen-antigen lainnya. Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) mengekspos seorang anak terhadap 4-10 antigen, dan dalam kasus “strep throat” sampai 25-50 antigen.  Imunisasi yang diberikan dalam dua tahun pertama kehidupan dianalogikan seperti “tetesan hujan di lautan kuman dan antigen yang sistem kekebalan tubuh seorang anak temui dalam lingkungan tiap harinya dan sistem kekebalan tubuh itu sukses melawan kuman-kuman  tersebut.” (Vaccine Education Center, Children’s of Philadelphia.

http://www.vaccine.chop.edu/concerns.shtml#question4)

References
Tortora GJ, Anagnostakos NP. Principles of Anatomy and
Physiology, 3rd ed. Harper and Row Publishers, New
York, 1981.

Whitney EN, Hamilton EMN, Rolfes SR. Understanding
Nutrition, 5th ed. West Publishing Company, St. Paul,
Minn., 1990.

Arsipkan Email Gmail, Jangan Delete Juni 20, 2008

Posted by annisa in Ilmu Baru.
add a comment

By : fatihsyuhud.com/tutorial-blog

Sekedar info bagi pengguna baru email Gmail.com yang mungkin belum begitu terbiasa dengan cara kerja pemberi layanan email gratis dari Google.com ini. Seperti diketahui, Gmail saat ini berkapasitas 6.5 GB atau 6.500 MB. Artinya, sebanyak apapun email yang masuk (selagi bukan file video atau image) tidak akan membuat email kita kepenuhan.

Oleh karena itu, ada baiknya kalau email yang masuk tidak didelete tapi diarsipkan sehingga bisa dicari (search) kapan saja kita butuh lagi. Caranya mudah, (a) kasih tanda tik email yang akan diarsipkan; (b) klik “Archive”. Selesai. Email tersebut akan hilang dari inbox tapi dapat dicari / search kapan saja melalui kotak “search email” di bagian atas.

Beberapa fasilitas lain Gmail:

1. Membuat label dan filter. Label sama dengan folder, dengan mensetting Filter, maka suatu email tertentu dapat dimasukkan langsung ke *Label* tanpa masuk ke inbox. Ini penting buat yg ikut milis, agar tidak campur aduk di inbox semua.

2. Delete atau Archive dapat dilakukan dengan memberi tanda tik / centang pada email yg diinginkan atau sekaligus. Caranya, klik Check All -> Delete / Archive All? -> klik.

3. Forward: email dapat diforward ke email lain. Klik Setting-> dst.

kejang demam Juni 20, 2008

Posted by annisa in Artikel Dari Milis Sehat.
add a comment

Kejang demam adalah kejang pada saat terjadi demam tinggi, muncul dalam fase 24 jam pertama. Kejang demam tidak bias dicegah, dan tidak hanya terjadi di suhu tinggi. Kejang demam dapat muncul berulang bila ada riwayat kejang di rumah.

Treatment kejang demam :

Ø Anak harus dibaringkan di tempat yang datar dengan posisi menyamping, bukan terlentang, untuk menghindari bahaya tersedak

Ø Jangan meletakkan benda apapun dalam mulut si anak seperti sendok atau penggaris, karena justru benda tersebut dapat menyumbat jalan napas

Ø Jangan memegangi anak untuk melawan kejang

Ø Sebagian besar kejang berlangsung singkat dan tidak memerlukan
penanganan khusus

Ø Jika kejang terus berlanjut selama 10 menit, anak harus segera
dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Sumber lain menganjurkan anak
untuk dibawa ke fasilitas kesehatan jika kejang masih berlanjut setelah
5 menit. Ada pula sumber yang menyatakan bahwa penanganan lebih baik
dilakukan secepat mungkin tanpa menyatakan batasan menit

Ø Setelah kejang berakhir (jika <10 menit), anak perlu dibawa
menemui dokter untuk meneliti sumber demam, terutama jika ada kekakuan
leher, muntah-muntah yang berat, atau anak terus tampak lemas