jump to navigation

artikel simultan Juni 20, 2008

Posted by annisa in Artikel Dari Milis Sehat.
trackback

Artikel simultan yang bisa dibawa ke DSA kalo ngotot DSA nya ga mau kasih simultan.  Dari http://www.cdc.gov/od/science/iso/multiplevaccines.htm

diterjemahkan oleh rita-JKT  dari jawaban pertanyaan di milis sehat

THE SAFETY OF MULTIPLE VACCINES

MULTIPLE VACCINES AND THE IMMUNE SYSTEM

1. Berapa jumlah vaksin yg direkomendasikan CDC untuk diberikan pada anak-anak?
Saat ini CDC merekomendasikan pemberian imunisasiuntuk melawan 12 penyakit yang bisa dicegah    melalui vaksin. Seorang anak bisa mendapatkan sampai 23imunisasi begitu dia mencapai 2 tahun karena beberapa vaksin tersebut ada yg harus diberikan lebih dari satu kali. Tergantung pada waktunya, seorang anak dapat mendapat maksimum 6 suntikan dalam satu kunjungan dokter.

2. Mengapa CDC merekomendasikan banyak imunisasi untuk anak-anak?
CDC merekomendasikan imunisasi untuk melawan 12 penyakit menular yaitu: campak, gondongan, rubella, cacar air, hepatitis B, diphtheria, tetanus, pertussis, Haemophilus influenzae type B (Hib), polio,
influenza dan penyakit pneumococcal. Vaksin adalah perlindungan terbaik melawan penyakit-penyakit ini
yang sering menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, meningitis, kanker hati, infeksi dalam
aliran darah dan bahkan kematian.

3. Mengapa imunisasi dilakukan pada waktu bayi? Bukankah lebih aman kalau menunggu sampai mereka lebih besar?
Imunisasi diberikan pada anak-anak karena pada saat inilah mereka lebih rawan terhadap beberapa penyakit.  Bayi yang baru lahir kebal terhadap beberapa penyakit karena mereka memiliki antibodi yang mereka dapat dari ibu. Namun kekebalan ini hanya bertahan sampai umur 1tahun. Selain itu, anak-anak umumnya tidak punya kekebalan maternal terhadap diphtheria, pertussis, polio, tetanus, hepatitis B ataupun Hib. Jika seorang anak tidak memperoleh imunisasi dan terpapar kuman pembawa penyakit, badan anak tersebut mungkin tidak akan kuat untuk melawan penyakit tersebut.  Sistem kekebalan tubuh bayi lebih siap untuk merespon kehadiran sedikit antigen yang sudah dilemahkan dan dibunuh dalam vaksin. Bayi memiliki kapasitas untuk merespon kehadiran antigen asing, bahkan sebelummereka lahir.

4. Saya pernah mendengar orang-orang membicarakan vaksin “simultan” dan “kombinasi”. Apa artinya? Kenapa  pemberian imunisasi seperti itu?
Imunisasi simultan (“Simultaneous vaccination”) adalah pemberian imunisasi ketika lebih dari satu vaksin diberikan dalam satu kali kunjungan dokter, biasanya di bagian tubuh berbeda (contoh: satu di masing-masing lengan atau paha). Vaksin kombinasi (“combination
vaccine”) terdiri dari dua atau lebih vaksin terpisah yang telah dijadikan satu dalam satu kali suntik.
Vaksin kombinasi telah digunakan di Amerika Serikat sejak pertengahan 1940-an. Contoh vaksin kombinasi yang sekarang digunakan adalah: DTap (Diphteria-Tetanus-Pertussis), trivalent IPV (3 strain
polio yang telah dilemahkan), MMR (measles-mumps-rubella), DTaP-Hib dan Hib-HepB.  Ada dua faktor praktis yang mendukung pemberian imunisasi simultan pada anak dalam satu kali kunjungan. Pertama, kami ingin memberikan imunisasi pada anak secepatnya supaya mereka terlindungi pada awal-awal bulan kehidupan mereka. Kedua, memberikan beberapa vaksin pada saat yang bersamaan berarti mengurangi kunjungan dokter dan ini menghemat waktu dan uang orang tua, bahkan dapat mengurangi trauma pada anak.

5. Apakah imunisasi simultan aman dilakukan? Bukankah lebih aman untuk memisahkan vaksin dan memberikan jeda yang cukup antar pemberian vaksin sehingga imunisasi hanya untuk satu penyakit sekali datang ke dokter?
Data ilmiah yang ada menunjukkan bahwa imunisasi simultan dengan menggunakan lebih dari satu vaksin tidak memilik efek yang membahayakan sistem kekebalan tubuh anak normal. Sejumlah riset telah dilakukan untuk meneliti efek dari pemberian berbagai macam vaksin secara simultan dan hasilnya membuktikan bahwa vaksin yg direkomendasikan sama-sama efektif baik diberikan sendiri maupun simultan, dan kombinasi-kombinasi itu tidak memiliki resiko lebih tinggi untuk efek samping yang berbahaya. Oleh karena itu, Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) and the American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian imunisasi simultan untuk semua imunisasi rutin anak-anak bila memungkinkan.   Benefit lain dari vaksin kombinasi adalah berkurangnya jumlah suntikan imunisasi dan trauma pada anak. Selain itu, merentangkan waktu imunisasi dan memberikannya
satu demi satu dapat memposisikan anak rawan terhadap penyakit yang berbahaya, padahal situasi ini dapat dihindari.

6. Dapatkah begitu banyaknya imunisasi yang  diberikan kepada anak pada umur yang begitu muda  justru menekan sistem kekebalan tubuh anak sehingga malah tidak berfungsi dengan benar?
Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemberian imunisasi yang direkomendasikan pada waktu kecil dapat meng- “overload” sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, sejak bayi baru lahir, mereka telah terpapar pada berbagai bakteria dan virus tiap harinya. Makanan membawa bakteria baru ke dalam tubuh, berbagai macam bakteria hidup di dalam mulut dan hidung dan anak kecil memasukkan tangan atau benda lain ke dalam mulutnya beratus-ratus kali tiap jam nya sehingga sistem kekebalan tubuh terekspos pada antigen-antigen lainnya. Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) mengekspos seorang anak terhadap 4-10 antigen, dan dalam kasus “strep throat” sampai 25-50 antigen.  Imunisasi yang diberikan dalam dua tahun pertama kehidupan dianalogikan seperti “tetesan hujan di lautan kuman dan antigen yang sistem kekebalan tubuh seorang anak temui dalam lingkungan tiap harinya dan sistem kekebalan tubuh itu sukses melawan kuman-kuman  tersebut.” (Vaccine Education Center, Children’s of Philadelphia.

http://www.vaccine.chop.edu/concerns.shtml#question4)

References
Tortora GJ, Anagnostakos NP. Principles of Anatomy and
Physiology, 3rd ed. Harper and Row Publishers, New
York, 1981.

Whitney EN, Hamilton EMN, Rolfes SR. Understanding
Nutrition, 5th ed. West Publishing Company, St. Paul,
Minn., 1990.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: