jump to navigation

7 Fakta Tentang Vaksinasi Juli 3, 2008

Posted by annisa in vaksinasi.
trackback

Berikut adalah  7 fakta yang harus dan berhak diketahui oleh setiap orang, keluarga dan kelompok masyarakat tentang Imunisasi:

1. Imunisasi sangat penting untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi yang berbahaya. Anak yang tidak mendapatkan imunisasi akan mudah terkena penyakit yang bersangkutan, menjadi cacat permanent, menderita kekurangan gizi dan bahkan kematian.

2. Imunisasi umumnya aman, bahkan pada anak yang menderita sakit ringan, mempunyai cacat atau menderita kekurangan gizi.

3. Pemberian imunisasi secara simultan/kombinasi aman bagi anak dan memberikan perlindungan lebih cepat.

4. Hanya dengan pemberian imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, anak akan terlindung dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya.

5. Semua wanita hamil harus mendapatkan vaksin tetanus untuk perlindungan diri dan bayinya.

6. Imunisasi harus dilakukan dengan mempergunakan jarum dan alat suntik yang baru. Setiap orang harus meminta jarum dan alat suntik baru bila akan diimunisasi.

7. Penyakit akan menyebar secara cepat saat orang berdekatan. Semua anak yang tinggal di kondisi yang padat, khususnya di penampungan pengungsi atau saat kondisi bencana alam, harus mendapatkan imunisasi sesegera mungkin

Fakta #1:  Imunisasi sangat penting untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi yang berbahaya. Anak yang tidak mendapatkan imunisasi akan mudah terkena penyakit infeksi, menjadi cacat permanen, menderita kekurangan gizi dan bahkan kematian.

Semua vaksin yang diwajibkan dan dianjurkan untuk diberikan pada anak adalah vaksin yang melindungi tubuh dari penyakit infeksi yang serius dan membahayakan. Sistem kekebalan tubuh bayi dan anak-anak masih berada dalam tahap perkembangan; belum kuat untuk menangkal penyakit infeksi yang berbahaya. Oleh karena itu, mereka harus mendapatkan perlindungan sedini mungkin. Penundaan imunisasi akan menghadapkan anak pada risiko kematian atau kecacatan; kita seolah kembali ke era kegelapan dengan angka kematian yang tinggi, kematian di usia muda karena anak-anak akan bergelimpangan, meninggal sebelum mencapai usia sekolah.

Setengah dari angka kematian pada anak batuk rejan, sepertiga dari semua kasus penyakit diakibatkan polio dan seperempat dari angka kematian akibat campak muncul pada anak di bawah 1 tahun.

Anak yang tidak mendapat imunisasi sangat rentan terhadap campak, batuk rejan, dan penyakit-penyakit mematikan lainnya. Anak yang sembuh dari penyakit-penyakit tersebut menjadi lemah, dimungkinkan tidak dapat tumbuh dengan normal atau juga dimungkinkan menderita cacat permanent. Kemudian mereka bisa meninggal akibat kekurangan gizi dan penyakit-penyakit lainnya.

Imunisasi dilakukan lewat suntikan atau tetesan pada mulut. Vaksin bekerja dengan membentuk pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi. Imunisasi hanya dapat bekerja jika diberikan SEBELUM penyakit hinggap pada anak.

Fakta #2: Imunisasi umumnya aman,  bahkan pada anak yang menderita sakit ringan, mempunyai cacat atau menderita kekurangan gizi.

Salah satu alasan utama mengapa orang tua tidak membawa anak ke dokter atau unit layanan kesehatan atau Pekan Imunisasi Nasional adalah anak mereka sedang terkena demam, batuk, flu, diare dan sejumlah penyakit yang diderita pada hari anak harus diimunisasi. Bahkan sering kali petugas kesehatan tidak menganjurkan pemberian vaksin pada anak yang sedang batuk, flu, diare, demam ringan, dan penyakit ringan lainnya. Padahal. imunisasi aman diberikan pada anak yang terkena penyakit-penyakit ringan tersebut.

Kadang kala seorang petugas kesehatan tidak menyarankan pemberian imunisasi kepada anak cacat atau yang kekurangan gizi. Padahal, imunisasi aman diberikan kepada anak yang cacat atau kekurangan gizi. Justru mereka perlu perlindungan segera melalui pemberian imunisasi. Misalnya, anak yang kekurangan gizi harus segera diberikan vaksin campak karena campak sangat berbahaya bagi anak yang kekurangan gizi, khususnya jika kasus kekurangan gizinya parah.

Setelah disuntik, anak mungkin akan menangis atau terkena demam, ruam ringan atau nyeri. Hal ini normal. Tingkatkan asupan cairan, berikan ASI sesering mungkin atau berikan banyak cairan (dan makanan). Kompres dengan air hangat dan berikan parasetamol jika demam. Jika anak terkena demam tinggi selama lebih dari 72 jam, bawa ia ke unit layanan kesehatan.

Falta #3: Pemberian imunisasi secara simultan/kombinasi aman bagi anak dan memberikan perlindungan lebih cepat.

Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa vaksin-vaksin mempunyai efektifitas yang sama, baik jika diberikan sendiri-sendiri maupun secara simultan/kombinasi. Selain itu, imunisasi simultan/kombinasi tidak mempunyai efek merugikan bagi sistem kekebalan tubuh bayi serta tidak meningkatkan kadar efek samping yang biasa muncul pasca imunisasi (demam, nyeri, ruam ringan). Oleh karena itu, di banyak negara termasuk misalnya di Amerika Serikat, Committee on Immunization Practices (ACIP) dan the American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian vaksin secara simultan/kombinasi untuk semua jenis vaksin pada anak.

Ada dua keuntungan dari pemberian imunisasi simultan dalam satu kunjungan. Pertama, kita memberikan kekebalan tubuh pada anak sedini mungkin dalam rangka memberikan perlindungan selama beberapa bulan pertama yang merupakan masa-masa rentan bagi bayi. Kedua, pemberian sejumlah vaksin pada saat yang sama berarti mengurangi jumlah suntikan yang diterima oleh bayi dan juga mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, sehingga menghemat waktu dan uang. Selain itu, kunjungan ke klinik/RS meningkatkan risiko paparan penyakit infeksi pada anak kita.

Falta #4: Hanya dengan pemberian imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, anak akan terlindung dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya.

Penting sekali bagi anak untuk mendapatkan jumlah dan jenis imunisasi secara lengkap dan penuh – kalau tidak, maka vaksin tidak akan bekerja sebagaimana mestinya.

Untuk melindungi anak terutama selama tahun pertama hidupnya, berikan imunisasi sesuai jadwalnya. Imunisasi sangat efektif jika diberikan pada umur yang disebutkan pada jadwal, atau pada usia yang paling dekat dengan ketentuan.

Jika karena suatu sebab, anak tidak mendapatkan rangkaian imunisasi secara lengkap, maka penting sekali untuk melengkapinya sesegera mungkin atau pada saat Pekan Imunisasi Nasional.

Di beberapa Negara, tambahan vakinasi, atau disebut booster shots/vaksinasi ulangan, ditawarkan setelah anak berusia lebih dari 1 tahun. Vaksin ulangan/ekstra/tambahan ini membuat perlindungan vaksin menjadi lebih efektif.

Fakta #5: Semua wanita hamil harus dilindungi dari tetanus. Walaupun ia sudah mendapatkan imunisasi sebelumnya, ia membutuhkan tambahan vaksin toxoid tetanus.

Di banyak negara, kaum ibu melahirkan dalam kondisi atau tempat yang tidak higienis. Hal ini menimbulkan resiko terkena tetanus pada ibu dan bayi, tetanus adalah pembunuh utama bagi bayi yang baru lahir.

Jika seorang ibu hamil tidak diberikan imunisasi tetanus dan kemudian bakteri atau spora tetanus masuk ke dalam tubuhnya, maka nyawanya juga akan terancam.

Bakteri atau spora tetanus tumbuh dalam luka yang kotor. Mereka dapat berkembang biak jika tali pusat dipotong dengan pisau yang tidak tajam atau jika benda apapun yang tidak bersih menyentuh ujung tali pusat. Setiap alat yang menyentuh tali pusat harus dibersihkan terlebih dahulu, kemudia direbus atau dipanaskan di atas api dan kemudian didinginkan. Selama minggu pertama setelah proses kelahiran, kebersihan tali pusat harus tetap dijaga.

Semua wanita hamil harus memastikan bahwa mereka telah mendapatkan imunisasi tetanus, yang dapat melindungi baik ibu dan bayinya.

Pemberian imunisasi pada wanita hamil adalah aman. Perhatikan jadwal pemberian imunisasi tetanus pada wanita hamil:

§    Pemberian pertama: Segera setelah kehamilan terdeteksi.
§   Pemberian kedua: Sebulan setelah pemberian vaksin pertama, dan paling lambat dua minggu sebelum waktu kelahiran. 
§   Pemberian ketiga: 6-12 bulan setelah pemberian vaksin kedua, atau selama masa kehamilan berikutnya. 
§   Pemberian keempat: 1 tahun setelah pemberian vaksin ketiga, atau selama masa kehamilan berikutnya. 
§   Pemberian kelima: 1 tahun setelah pemberian vaksin ketiga, atau selama masa kehamilan berikutnya.

Jika seorang gadis atau wanita telah diberikan 5 kali vaksin tetanus dengan rentang waktu yang tepat, ia akan terlindungi sepanjang hidupnya. Anak-anaknya juga terlindungi selama beberapa minggu awal setelah kelahiran mereka.

Fakta #6: Imunisasi harus dilakukan dengan mempergunakan jarum dan alat suntik yang baru. Setiap orang harus meminta jarum dan alat suntik baru bila akan diimunisasi.

Jarum dan peralatan yang tidak steril dapat menyebabkan penyakit yang membahayakan jiwa. Penggunaan alat dan jarum suntik secara bergantian, bahkan antar sesama anggota keluarga, dapat menyebarkan penyakit yang membahayakan jiwa. Jarum dan alat suntik hanya boleh dipergunakan jika berada dalam keadaan steril.

Fakta #7: Penyakit akan menyebar secara cepat saat orang berdekatan. Semua anak yang tinggal di kondisi yang padat, khususnya di penampungan pengungsi atau saat kondisi bencana alam, harus mendapatkan imunisasi sesegera mungkin.

Situasi darurat dan keadaan yang memaksa orang mengungsi dan meninggalkan tempat tinggal mereka seringkali menyebabkan penyebaran penyakit infeksi. Oleh karena itu, pengungsi yang berusia di bawah 12 tahun harus segera diimunisasi, khususnya vaksin campak, saat pertama kali ditemui atau ditempatkan di penampungan.

Semua imunisasi yang diberikan dalam kondisi darurat harus diberikan menggunakan alat suntik sekali pakai.

Campak akan menjadi sangat serius jika anak-anak kekurangan gizi atau tinggal dalam keadaan yang tidak memiliki fasilitas sanitasi yang memadai. Oleh karena itu:

§ Karena penyakit seperti campak dapat secara cepat menular, setiap anak yang terkena campak      harus diisolasi dari anak-anak lain dan diperiksa oleh tenaga kesehatan yang terlatih.

§ Campak seringkali menyebabkan diare akut. Pemberian vaksin campak akan mencegah diare

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: